KONSTITUSI DIMULAI DARI KAMPUS

Bagikan

Itukan acara yang bagus untuk temen-temen mahasiswa melek konstitusi, yang kedua belajar berdemokrasi, dan belajar menata organisasi yang baik.

Jum’at (18/1), PEMIRA (Pemilu Raya) untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Dewan Eksekutif Mahasiwa (DEMA) dan Ketua Senat Mahasiswa tingkat fakultas (SEMA-F) Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dilaksanakan di Gedung Akademik Lantai 2. Acara seperti PEMIRA merupakan acara yang positif yaitu dapat melatih mahasiswa untuk belajar berdemokrasi, belajar menata organisasi, juga memberi pengetahuan serta pengalaman tentang konstitusi kepada mahasiswa. Hal itu seperti yang dikemukakan oleh Lucky Abrory selaku salah satu dosen di FPK, “Itukan acara yang bagus untuk temen-temen mahasiswa melek konstitusi, yang kedua belajar berdemokrasi, dan belajar menata organisasi yang baik.” ujarnya saat ditemui di ruangannya.

Menurut pihak Dekanat yang kali ini diwakili oleh Wakil Dekan (Wadek) 1 FPK, Abdul Muhid, meyatakan bahwa waktu pelaksanaan PEMIRA pada hari libur perkuliahan bukan tanpa sebab. Hal tersebut dikarenakan adanya deadline yang diajukan oleh pihak rektorat dan lebih cepat dari tahun kemarin. Selain itu diharapkan agar tidak terjadi keterlambatan dalam pemilihan dan pembentukan anggota Dema FPK, sehingga tidak menghambat atau bertabrakan dengan  kegiatan-kegiatan perkuliahan yang harus dilaksanakan.

Pengetahuan dari pihak Dekanat bahwa beliau telah mengetahui tentang Paslon yang akan dipilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Dema FPK 2019 melalui sosialisasi yang pernah diadakan di ruang Wakil Dekan FPK. Disisi lain pengetahuan dari perwakilan dosen tentang adanya Pemira adalah minim, yang mana beliau tidak mengetahui tentang konsep, calon dan juga alur pemilihan yang ada. Menurut beliau seharusnya pemilihan seperti ini diketahui oleh warga FPK secara keseluruhan, selain itu menurut beliau untuk kedepannya agar dapat diketahui oleh warga FPK secara keseluruhan, selain disebarkan info melalui grup online juga menyebarkan poster-poster agar pemilihan ini menjadi meriah, “Terkadang ngga semua orang selalu aktif di online, makanya kalo bisa seharusnya ditempel poster biar lebih tersebar luas.” Ujar beliau. 

Ketua organisasi yang baik menurut Abdul Muhid yaitu yang mempunyai kemampuan di bidang akademik. Menurut beliau pada zamannya dahulu yang menjadi ketua organisasi seperti DEMA atau SEMA itu orang-orang yang benar-benar mempunyai kualitas tinggi, “Pemimpin itu harus yang mempunyai kemampuan akademik yang tinggi.” Tuturnya saat ditemui di ruangannya.

Harapan dari pihak dekanat yang kali ini diwakili oleh Wadek 1, menyatakan bahwa bagi Paslon yang terpilih nantinya diharapkan dapat menjadikan FPK menjadi lebih baik dan maju yang mana mereka dapat menjadi pemimpin yang dalam urusan akademik bagus, Kreatif dan juga inovatif atau milenial, “Harapan saya ya memiliki 3 ini, Akademis, Kreatif dan Milenial,” ujar Muhid untuk menegaskan karakter yang seharusnya dimiliki oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DEMA, serta Ketua SEMA-F. Gubernur dan Wakil Gubernur adalah sosok orang yang dalam bidang akademik itu mumpuni terutama di bidang Psikologi tentunya, selanjutnya bagi mereka harus mampu mengkreasi organisasi ini dengan inovatif, seperti membuat kegiatan-kegiatan secara kreatif namun tetap berdasarkan nilai-nilai yang diajarkan di UINSA ini dan tidak menentangnya. Dari segi Milenial yaitu menjadikan kegiatan-kegiatan yang ada, berbau milenial Zaman Now, sesuai dengan zaman dan keadaan saat ini, ” kalian kan anak milenial, anak zaman now, ya kegiatan-kegiatannya harus juga sesuai dengan zaman now,” jelas beliau. (FIN/NAZ)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *