Hikmah Dibalik Puasa Untuk Meningkatkan Self Control

Bagikan

Alamtarapersma.com — Kamis (13/6), masih dalam suasana peringatan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1440 H, Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pagi ini menggelar acara halal bihalal di Gedung Auditorium UINSA. Tradisi silaturahmi tersebut dihadiri oleh seluruh sivitas akademik mulai dari Rektor UINSA, Masdar Hilmi, beserta jajarannya, Dekan dan Wakil Dekan FPK, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni.

Pembukaan acara dimulai pukul 09.30 WIB yang diisi langsung oleh Siti Nur Asiyah, selaku Dekan FPK. Dalam sambutannya, Asiyah mengungkapkan bahwa acara ini merupakan kegiatan halal bihalal yang pertama kali dilaksanakan setelah FPK seutuhnya berdiri sendiri, di mana sebelumnya FPK dan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) masih berada di bawah naungan Dekan yang sama. Tak ketinggalan, kegiatan ini juga turut dimeriahkan oleh penampilan dari Musik Psikologi (MUGI) dan Banjari dari mahasiswa FPK.

Pada sesi ceramah agama, Moh. Sholeh sebagai pemberi tausiyah mengatakan bahwa puasa dilakukan tidak hanya untuk menahan lapar dan haus, namun juga untuk mengontrol sikap dan perilaku seseorang.

“Kita diminta untuk mengontrol telinga kita untuk mendengarkan yang baik-baik, tidak untuk yang buruk-buruk,” Ujar dosen Psikologi yang akrab disapa Prof Sholeh tersebut. Begitu juga dengan mulut dan lidah, lanjutnya, dikontrol untuk tidak mengucapkan keburukan. Langkah sejengkal, demi sejengkal dilakukan untuk niat ibadah. Lebih jauh, puasa juga berguna untuk mengontrol pikiran, khayalan, dan mengendalikan perasaan.

Kemampuan dalam mengendalikan diri tersebut merupakan salah satu hikmah yang dapat diambil saat berpuasa di bulan Ramadhan. Sholeh menjelaskan, “hikmah dibalik puasa untuk meningkatkan self control, internal control, dan external control,”

Di samping itu, pria yang dulunya menjabat sebagai Dekan FPK periode 2014-2018 tersebut menyampaikan bahwa puasa juga bermanfaat untuk mempertajam empati, merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang kurang mampu, yang kelaparan.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *